Wednesday, 24 April 2024

Life Update

 Long time no see....

I've been so busy with life recently, a lot of things happened and came through my life, the upside and downside life event,

 And My hubby finally finished his master and he graduated on time, and finally huhuuuuu, the thing that we'had waited soooo long ago came true huhuuu.... He got his "fungsional" Awardee, alhamdulillahhhhh, Allahuakbar....

On january, we got a little bit shocking news, still an rough issue but enough to make us trembling huhu, fortunately alhamdulilahhhh we can got over it, Allahuakbar all praises to Allah SWT....

And now, we are welcoming our new plan with the new focus...

And today,

I don't know,

I am just kinda missing my friends 😂😂,

Hiiiii, you all, How's your day all? I miss you all...

We still contact each other and we have a group,

But, do you relate how life has changed us, not our friendship I mean, how life and distance separate us, and make us busy with our own living and there is no time to say hi frequently as we were, 

It's not even a fault, that's so normal, I know that,

We don't break our friendship, we just lost the time, our time has been up, we have begun a different life phase now,

But still, today I am missing them so much,

No one can replace their space,

I miss the way how we support each other, how we get through problems together, how we solve a conflict, I really miss it huhu...

My 7 buddies and I, if there is a conflict came between a person and another person for example, the others would try to calm one another and try our best to make two of them reconcile....

We would give them advice and another point of view so the two of them would think better and we went back together without anyone stab behind....

We never tried to provoke each other, we walked together, and always tried to understand each other, how I miss us huhu....

Now life is so different,

I can not trust anyone,

Something like disgusting friendship, provoking each other, smell so fishy, stab back, eaves dropping, etc, I hate it, I am so tired of it huhu...

Who's the lier? 

I can not trust anybody shit....

That's better to have no friends maybe wkwkwkkwkw....

Sunday, 9 April 2023

Live Your Life Like Riding on A Ferris Wheel...

Hidup itu seperti misteri yah....

Anything can happen, anything can't happen....

You can go upside or go downside,

Andaikata digambarkan mungkin seperti menaiki bianglala...

Yuppps, bianglala, pernah naik bianglala??? Ketika si bianglala itu berputar, ada waktu dimana kita berada di atas dan tersenyum melihat indahnya pemandangan dari ketinggian. Namun ada kalanya kita berada di bawah.

Begitu pun dengan hidup,

Ada kalanya kita berada di atas, namun tentu ada waktu di mana kita harus mau tak mau berada di bawah.

Fase ini, kuanggap aku sedang berada di bawah,

Kucoba mengkalkulasi hal hal yang sudha terjadi belakangan ini, dan mostly hal yg negatif terjadi lebih banyak ketimbang yang positif.

Stress, emosional, apa lagi?

Banyak,

Kehidupan rumahtanggaku pun bergejolak,

Dengan sifat burukku yang keras kepala dan tak tahu diri,

Ya, I found how toxic I am towards our marriage.

Apa sih yang kalian rasakan ketika kalain sadar bahwa kalian yang se toxic itu terhadap pasnagan kalian?

Mau pisah, ada anak,

Berusaha memperbaiki diri?

Ya, akan kucoba sebisa ku,

Ditambah dengan sifat pasanganku yang sangat uncontrolled ketika sudah meledak,

Mau tak mau aku harus mengalah,

Tapi tahu tidak, I have to heal my oen wound, rasa trauma acap kali dia meledak dengan melukai dirinya, membanting2, it's such a damn things, karena udah, bisa apa aku kalau sudah dihadapkan dengan yang seperti itu...

Iya, dari hati yang paling dalam, I'm the one who made the mistake, memang salah kok aku sampai membuat dia meledak seperri itu, aku yang memang sudah keterlaluan...

But why? Seketerlaluan apapun aku, mengapa musti doing that miserable things yang membuatku mentok ga ngerti lagi mestu gimana...

If you read this, I am so broken, I am so hurt everytime you do those miserable things, I can't communicate with you not even try to talk in a fine way, my heart go into pieces 😭😭, can't you see it... I'm so pale, I am so afraid, I'm so confused...

Don't you see,I've tried to change into a better person, I try to control my self when we are in fight, I try to control my words, I even don't dare to mention about breaking up and throwing things and hurting my self, I have commited those things, just why? Why do you?

Menikah itu ga selamanya soal rasa,

Yang lebih berat itu menahan...

Dan bodohnya aku sadar betapa toxic nya sifatku. Dengan aku yang tak tahu waktu meneter, tak mampu sabar, tak mampu menerima keadaan rumah tangga, dan sangat sangat cereewet, siapa yang tahan hidup dengan aku yang begini?

Terlebih lagi, satu sifat toxic yang mungkin bisa merusak diriku sendiri, yaitu kurang bersyukur,

Ya aku tahu, sangat salah, 

Diriku pun bisa hancur dengan terus menerus seperti itu, hidup tak akan ada bahagia-bahagia nya 😭😭😭, I know that...

Aku juga ingin berubah, berbenah, menjadi lebih baik, aku hanya butuh waktu, beri aku kesempatan...

Kadang aku juga menjadi takut bermimpi, karena bermimpi hanya akan membuatku sakit, tatkala mimpi itu belum bisa terwujud, aku akan menggila dan menjadi kurang syukur, apakah lebih baik tak bermimpi hehe...

Banyak mimpi yang kami rajut,bedanya dia bisa memilah kaoan harus memikirkan mimpi itu dan menyandarkannya ketika memang belum dapat digapai, sedangkan aku, ketika ada mimpi yang harus kucapai, semuanya jadi terasa in rush dan akan sangatttt sangatttt emosional ketika ada hal yang tak sesuai dgn yang kuharapkan...

Dan terusss menerusss akan kubahas tanpa melihat waktu dan kondisi, ya siapa yang tak muak hehe... 

Iya setoxic itulah aku, maka tak heran lah dia sampai se histeris itu ketika sudah berada di ujung...

Namun jujur sebingung itu juga aku menghadapi dia dengan sifat histerisnya itu, kenapa musti seperti itu, padahal ayo kita saling luapkan beban, cerita, memgeluhlah padaku, I will listen to you, just tell me, tell me...

Dan sekarang semua sudah terlanjur,

Aku hanya takut,

He will not be the same as he used to be...

Seeing me in different side..

And the love has been gone among us? Is it? 

Aku hanya takut...

Ketika mengingat dia juga tam bs berubah dalam hal mengontrol kemarahannya, rasa ingin stop semua ini sangat menggebu, aku ingin pergi saja dr hidupnya agar dia tak menderita seperti ini 😭😭😭, tapi ada anak yang harus kami jaga, tapi aku takut, aku sudah tak ingin melihat cafa dia meledak seperti itu, aku bingung dan nasih harus berusaha menahan emosi agar tak semakin memburuk...

Aku salah, and I know it...

So sorry...

Maafkan aku...


Monday, 20 February 2023

Deja Vu



Siang berjalan seperti biasa saja. Normal, namun ada rintik hujan yang menemaniku yang tak biasanya hadir di tengah siang bolong seperti ini. Sudah pukul satu siang rupanya, waktunya jalan menjemput si anak kelas satu SD kesayanganku. Jalanan nampak sepi dan masih ditemani dengan rintik hujan yang semakin deras, kulajukan mobil dengan pelan. 


Pemandangan sepanjang jalan tak begitu berbeda, tak terkecuali angkot yang berlalu lalang tanpa aturan yang terkadang membuatku tak sengaja mengumpat. Tepat di pertigaan, mobil terhenti sejenak menunggu beberapa rombongan motor yang sedang menyeberang. Perhatianku pun tertuju pada sebuah motor yang dikendarai seorang bapak dan anaknya yang berseragam SD basah kuyup di tengah derasnya hujan dan mereka saling bertatap, tertawa dengan sangat riang seakan mempermainkan sang hujan. Sang bapak nampak menyeka air hujan namun gurat bahagia masih menghiasi wajah lelah tersebut.


Tanpa sadar aku pun tersenyum. Aku iri…

Nampak bahagianya kau, Nak, ada canda seorang Bapak menemani harimu…


Ingatanku berlari, ada Deja Vu menghampiri. Sebuah potongan adegan yang nampaknya pernah sekali ada di dalam kisah novel hidupku. Tapi sepertinya sudah mulai usang dan lama hingga nyaris terlupakan, di sekelumit hidupku yang semakin sibuk dengan kehidupan keluarga kecilku dan hingar bingar yang meramaikan kedewasaanku. Butiran debu yang lambat laun menutup kenangan-kenangan indah masa kecilku.


Tak bisa kupungkiri. Ada slot waktu dimana aku sangat merindukannya, seringkali dalam doa yang kuhantarkan di tiap akhir sholatku. Kupejamkan mataku sejenak hanya untuk mengingat bagaimana suara dan senyumnya. Seperti sebuah kaset usang yang kembali diputar, sedikit serat dan lapuk namun begitu membuat jiwa ini terbuai. Lega hati ini ketika bisa menemukan kembali memori bagaimana Dia tertawa bagaimana Dia bergumam, marah, dan berteriak.


Hampir sepuluh tahun sudah berlalu sejak kepergian Bapak. Bapak yang meninggalkan kami semua tanpa berpamitan. Ibuk yang sudah kau tinggalkan hingga harus menikahkan kedua anak perempuannya dengan peluh letihnya sendiri.


Memori bagaimana rasanya duduk di meja penghulu tanpa kehadiran seorang Ayah dan hanya seorang wali yang menikahkanku saat itu kembali ter-restore di dalam otakku. Lucunya saat itu tak hanya tangisku saja yang pecah. Tangis suamiku pun terdengar pecah sesaat setelah melafalkan kalimat ijab qobul. Suasana haru biru pun tak terelakkan.


Lihatlah, Pak, kedua cucumu yang lucu ini. Oh iya, aku  sampai lupa, Bapak juga tak sempat sama sekali melihat lahirnya cucu-cucumu yang sangat ku yakin Bapak pasti bahagia sekali bermain dengan mereka. sayang nya, anakku semata wayang dan keponakanku tak bisa mengenal dan merasakan dekap Akungnya. Foto, satu-satunya media bisu yang mampu menuntaskan rasa penasaran mereka akan Akungnya.


Kami bisa melewati semuanya, Pak…

Meski banyak air mata dan tawa yang sudah kami perjuangkan…

Tengoklah kami yang mampu bertahan namun sangat amat merindukanmu ini…


Waktu tak akan pernah mampu menebus semua rasa perih ini. namun, waktu jua lah yang bisa menghadirkan kembali Deja Vu. Bahkan pusara sederhana yang berdiri kokoh sebagai tempatmu beristirahat hanya mampu membisu menatap kami yang terkadang datang berkunjung hanya untuk sekedar melepas rindu.


Meski kini ada lelaki yang berdiri disini mencintaiku dengan sepenuh hatinya sebagai suamiku, namun tak ada yang mampu menggantikan kehangatan cinta seorang Ayah pada putrinya. 


Kami  semua merindukanmu, Pak…

(Al Fathihah)...


Thursday, 3 November 2022

Sajak untuk Sang Malam

Mencintai malam itu ambigu,

Karena semua terasa semu dalam pelukan sang gelap,

Yang tak memiliki cahaya untuk diramu sang rindu,

Meski sang bulan telah berpendar, ketahuilah, sinarnya hanyalah sinar semu,

Namun, sadarkah kau? Kau sudah terlalu larut dalam dekapan malam,

Hingga mungkin menjadi hal mustahil bagimu merindukan pagi,

Ya, pagi yang sudah lama kau lupakan semenjak kau mengenal malam,

Tidak kah kau rindu pada sahut syair sang pagi yang penuh dengan sajak indah dari belai sang mentari?

Atau sudah cukup kah bagimu ditemani kilau bintang yang memenuhi langit gelapmu?

Bukan, aku bukan sedang menawarkan racau murahan untuk pilihan hidupmu, aku hanya menggaris bawahi dan merangkum apa yang sudah menjadi ketetapan hatimu...

Berbahagialah kemudian...


November, 2022


Wednesday, 5 October 2022

Daily Problem So Far

 Haiiiii....

How's life change in the 4 months??? The answer is A LOTTTT...

My daughter enters her elementary school. I'm still busy with my home-English -Course, and I have new duty to get my daughter home in some days of the week. I am able to drive a car (yeyyyyy finally!!!!) I am happy with this new job as a mom, but sometimes it's kinda a little bit tiring hiks. 

As my task to pick my daughter home, I have to get my car ready but it seems that some troubles are coming from this situation. I'm so stressful about the parking. it's not about how I do parking my own car. I can park my car properly. But, here, I get some stressful things from my neighbor. 

Because of their ego to having larger room in their houe, they build their garage and they put their car in front of their house whichhh issss that they park their car in the side of the road. And it's SUPER ANNOYING YOU KNOW, SH*T!

It's so difficult to me to go out and go in into my own house. Can you imagine that sH*T darling???? I have to text them everytime I want to go out. not every single time, but mostly yassss. Can you figure it out. How exhausting it is!

Honestly it makes me so Stressful!!! Really!!

They don't try to solve their problem, bitch!

They just do what make them easy to do!

It is clear that legally I can blame them for parking in side road and make other difficult. It's really annoying!!!

Moreover, my house is located in the corner of the road a.k.a stalemate road. So, Ijust have one access to go out and go in. and that car is trouble for me. Errrghhhhh....

The other problem is, my husband continues his study to S2. Guess whatttt... Yeyyyyy I get another stressful things...

I have told it before when my husband takes his S1. I am kinda feel like a lot of problems comes. We are super tired, yasss not inly him, but also Me! I also taste the madness, the struggle, the all bitter things.

He is super busy with his work and his study. It means that he can not help me a lot in household activities and it's so stressful anjirrrr...

It will take two years to finish it. My Godness, I am so tired that I can scream loud and loud anytime.

He then will be so annoying and easily to get nerve beacuse he is so tired huhu...

And of course, I still can not learn how to be patient huhu...



Tanpa Jeda

Hidup itu pastinya tidak selalu tentang kebahagiaan. Ada banyak potongan-potongan cerita yang terkadang membuat peluh dan airmata menjadi suatu hal yang pantas untuk diseka. Berharap selalu bisa dan mampu melewati semua, namun ada hati kecil yang meronta meminta belas kasih agar secarik kisah yang kurang indah juga layak untuk dirasa.


Perjalanan Hidup membawaku kesana kemari hingga kurasakan sudah rasa sedih, perih, luka, kecewa, menyerah, dan sebagainya yang terasa kurang enak. namun, begitu banyak hal yang lebih-lebih indah yang membuatku tak menyesal sudah berjalan sejauh ini.


Apa yang aku lakukan? Tak ada, ya, mungkin aku masih bisa berusaha namun semua keputusan tetap pada-Nya. Menaruh rasa kecewa pada manusia tentu tak akan berpengaruh sedemikian hingga pada hidup kita. apa yang bisa kau harapkan dari manusia, makhluk Tuhan yang konon katanya diciptakan paling sempurna tapi kadang akal dan martabatnya bisa hilang tiba-tiba. 


Maka jangan lah kau luapkan rasa kecewamu pada manusia. Percuma...


Saat perjalananmu terasa berat, kamu boleh berhenti sejenak, istirahatlah, nikmati peluhmu, hela napasmu, minumlah sampai hausmu bisa kau hempaskan, duduklah sejenak, nikmati rasa lelahmu itu agar nanti saat kau mulai lagi langkahmu, dan berhasil sampai ditujuanmu, akan kau rasakan jerih payahmu. 


Berhenti sejenak untuk beristirahat bukanlah suatu kesalahan. Malah itu yang harussnya kau lakukan agar kamu siap menghadapi kembali segala aral melintang di perjalananmu selanjutnya.


Tapi terkadang aku sendiri pun tak mampu. Tak mampu untuk berhenti sejenak.

Entahlah, kutengok kepunggungku, tak ada pecutan pun yang menggantung, tapi kenapa langkahku ini sellau berlari seakan-akan aku harus segera sampai di suat tempat yang aku sendiri pun tak tahu dimana tempat itu. aku hany aberlari, berlari, dan berlari hingga aku merasa lelah sekali.


Beberapa kali sudah kualami masa-masa terendah dalam titik hidupku, dimana fase itu menjadi pola yang sudah kusadari sebelumnya. dan aku tahu, ketika aku memilih langkah ini, tentu akan kembali terjerembab ke fase rendah itu. Namun tak bisa kuhindari. Bila ingin sampai ditujuanku, aku harus melewati fase ini. Dan selalu terjadi, ketika berada di titik terendah ini, semakin jauh pula hubunganku dengan NYA,,,


Aku sering merasa stuck dan tek berkeinginan unuk meminta padaNya. Seperti rasa, ahhh aku malas untuk meminta, padahal Dia tak pernah diam ketika aku dalam titik terendah hidupku. Ini ujian, namun selalu kusampingkan. Ingin aku berteriak dan menyerah. Aku kecewa dan tak tahu harus bagaimana. Aku sama sekali tak mengerti.


aku sudah terlampau kecewa pada manusia. 

Apa yang bisa kuharapkan dari manusia?

sekali lagi, tidak ada.


Friday, 17 June 2022

Tanpa Judul

Aku takut menjadi dewasa...
Tumbuh menjadi seseorang yang harus mampu bertopang pada kaki-kaki nya sendiri...
Tumbuh menjadi seseorang yang harus mampu berdiri teguh di atas pijakan keyakinannya...
Dan semakin ku menyelami laut kedewasaan ini, semakin ku menyadari, tak ada seorang pun di dunia ini yang bisa kupercaya...
Hanya diriku,
Dan hatiku,
Tentu saja beserta Tuhanku...
Nothing else...
Semua manusia sama saja pada akhirnya, larut pada sejatinya jiwa yang tertunduk oleh nafsu dunia...
Siapapun itu...
Hanya diriku dan hatiku,
Serta Tuhanku,
Yang mampu mengikat rasa percaya,
Sebagai bekal ku menyelami lautan kedewasaan tersebut..